Jumat, 09 Desember 2011

Ada apa dengan angka tujuh???



Diceritakan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Apimu yang kamu semua nyalakan di dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panas neraka Jahanam.” Para sahabat berkata, “Demi Allah, api dunia ini saja sudah amat panas, ya Rasulullah!” Beliau lalu bersabda lagi “Memang, api neraka masih lebih lagi, enam puluh sembilan bagian dari panasnya, semua itu setiap bagian sama suhu panasnya dengan api dunia.” Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmizi.

Qs2:29
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.


Qs2:261
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.


Qs7:155
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka diguncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya".


Qs9:80
Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.


Qs12:43
Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi."


Qs15:44
Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.


Qs15:87
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.


Qs17:44
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.


Qs31:27
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Hadis Sahl bin Saad r.a:
Diriwayatkan daripada Abu Hazim daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Tujuh-puluh ribu orang atau tujuh ratus ribu. Abu Hazim tidak tahu dengan tepat orang yang akan memasuki Syurga dari umat Nabi Muhammad s.a.w. Sahl bin Saad menceritakan lagi bahawa mereka masuk ke Syurga dalam keadaan berpegangan antara satu sama lain. Orang yang pertama tidak akan masuk sehingga orang yang terakhir dari mereka memasukinya. Wajah mereka diibaratkan seperti bulan purnama


Hadis Saad r.a:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Sesiapa yang memakan tujuh biji kurma di antara La Bataiha (dua tanah tidak berpasir di Madinah) pada waktu pagi, maka racun tidak akan dapat memudaratkannya sampai petang


Hadis Abu Musa r.a:
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: Orang mukmin itu makan dengan satu usus manakala orang kafir makan dengan tujuh usus


Hadis Ibnu Abbas r.a:
Diriwayatkan daripada Rasulullah s.a.w tentang hadis Qudsi yang baginda riwayat daripada Allah s.w.t di mana Allah telah berfirman: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan. Kemudian baginda menerangkan hal itu: Sesiapa berniat ingin melakukan kebaikan, tetapi tidak lagi melakukannya, maka Allah mencatatkan niat itu sebagai kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika seseorang itu berniat ingin melakukan kebaikan lalu dia melakukannya, maka Allah mencatatkan di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga sampai tujuh ratus kali ganda seterusnya hingga kepada gandaan yang sebanyak-banyaknya. Jika seseorang berniat ingin melakukan kejahatan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatkannya sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika dia berniat untuk melakukan kejahatan lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sebagai satu amalan kejahatan sahaja


Hadis Ibnu Umar r.a katanya:
Ketika Abdullah bin Ubai bin Salul meninggal dunia, datang anaknya Abdullah bin Abdullah menemui Rasulullah s.a.w, meminta pakaian Rasulullah s.a.w untuk mengapani jenazah ayahnya. Rasulullah s.a.w memenuhi permintaan tersebut, kemudian beliau meminta Rasulullah s.a.w menyembahyangkan jenazah ayahnya. Maka Rasulullah s.a.w berdiri untuk memenuhi permintaan itu. Umar berdiri serta menarik baju Rasulullah s.a.w sambil berkata: Wahai Rasulullah! Adakah kamu ingin menyembahyanginya, tidakkah Allah melarang dari berbuat begitu? Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah memberi pilihan kepadaku. Allah telah berfirman: اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً Yang bermaksud: Kamu mintalah keampunan untuk mereka atau tidak minta keampunan untuk mereka, sekirannya kamu meminta keampunan untuk mereka sebanyak tujuh puluh kali, aku akan menambahnya tujuh puluh kali. Umar berkata: Abdullah itu orang munafik. Rasulullah s.a.w tetap menyembahyangi jenazah tersebut. Oleh sebab itulah Allah menurunkan ayat: وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ Yang bermaksud: Dan janganlah kamu sembahyang jenazah ke atas orang munafik yang mati di antara mereka dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya


Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila anjing menjilat air yang berada dalam bekas salah seorang daripada kamu, hendaklah dituangkan air tersebut, seterusnya basuhlah iaitu samaklah sebanyak tujuh kali


Hadis Abu Said Al-Khudriy r.a:
Rasulullah s.a.w bersabda: Pada Hari Kiamat nanti bumi akan berubah seolah-olah menjadi sepotong roti yang dilambungkan oleh Tuhan Yang Maha Perkasa di tangan-Nya sebagaimana seorang daripada kamu melambungkan roti dari dua tangan semasa berjalan. Itu adalah hidangan ahli Syurga. Tiba-tiba datang seorang Yahudi lalu berkata: Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih memberkatimu wahai Abu Al-Qasim! Inginkah engkau mendengar ceritaku tentang hidangan ahli Syurga pada Hari Kiamat? Rasulullah s.a.w bersabda: Ya, silakan! Orang tersebut berkata: Bumi akan berubah seolah-olah menjadi sepotong roti sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. Mendengar kata-kata tersebut Rasulullah s.a.w memandang kepada kami kemudian ketawa hingga kelihatan gigi geraham baginda. Orang tersebut berkata lagi: Inginkah kamu aku ceritakan tentang lauk pauk mereka? Rasulullah s.a.w menjawab: Ya! Orang itu berkata: Lauk-pauk mereka adalah Balam dan Nun. Para sahabat bertanya: Apakah Balam dan Nun itu? Lelaki tersebut menjawab: Lembu dan ikan paus di mana seketul daging terbaik yang tergantung pada hatinya dapat dimakan oleh tujuh puluh ribu orang


Hadis Abu Hurairah r.a:
Rasulullah s.a.w bersabda: Pada Hari Kiamat keringat akan mengalir di atas tanah sepanjang tujuh puluh depa dan akan mencecah paras mulut atau paras telinga mereka. Saur (perawi Hadis) tidak pasti yang manakah telah disabdakan oleh Nabi, paras mulut atau telinga


Hadis Abu Hurairah r.a:
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w, baginda bersabda: Iman terdiri daripada lebih dari tujuh puluh bahagian dan malu adalah salah satu dari bahagian-bahagian iman


Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Suatu ketika dahulu, orang-orang Bani Israel mandi telanjang. Mereka saling melihat aurat di antara satu sama lain. Manakala Nabi Musa a.s pula mandi bersendirian. Mereka berkata: Demi Allah, yang menyebabkan Musa tidak mahu mandi bersama dengan kita ialah kerana penyakit buah zakar besar. Kemudian pada suatu ketika Nabi Musa mandi, Nabi Musa a.s meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu. Tiba-tiba batu tadi bergolek dengan membawa pakaiannya. Musa berlari mengejarnya sambil berteriak: Hai batu! Tinggalkan pakaianku! Hai batu! Tinggalkan pakaianku! Sehinggalah orang-orang Bani Israel dapat melihat aurat Nabi Musa. Kemudian mereka berkata: Demi Allah ternyata Musa tiada sedikit pun keaiban iaitu penyakit. Setelah itu batu tersebut berhenti lalu Musa mengambil pakaiannya kemudian memukul batu tadi. Abu Hurairah berkata: Demi Allah terdapat pada batu tadi kesan pukulan Nabi Musa, tujuh atau enam kali pukulan


Hadis Ibnu Abbas r.a:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Jibril a.s pernah membacakan kepadaku dengan satu huruf. Aku minta supaya dia mengulangi bacaannya itu, selalu juga aku minta supaya dia menambahnya dan permintaanku itu dipenuhi sehinggalah berakhir dengan tujuh huruf


dengan adanya dalil angka tujuh, ternyata itu adalah inspirasi muhammad dengan angka tujuh, yang artinya alquran adalah hanya sebuah karangan manusia.

1 komentar:

  1. I like this article,, go friend, you really can for post many article,,

    go,, go,, go,,

    BalasHapus